WELCOME !

THIS IS

image
Hello,

I'm Dapid Nurdiansyah

I am currently management student that has a keen intrerest in Entrepreneurship, Marketing and Education. I grew up by dint of volunteerism. I consider becoming a future marketing specialist and useful human being for society.


Education
Universitas Negeri Jakarta

Management, Faculty of Economics

Yayasan Pemimpin Anak Bangsa

Kejar Paket C

Sekolah Master Indonesia

Master FEB UI, Social Sciences


Activities
Asian Games 2018

Volunteer of Accreditation Department

Asian Games 2018: Invitation Tournament

Volunteer of IT&T Department

Management Event 2018, FE UNJ

Head of Public Relations


Playground
Event Management
Writing
Public Speaking
Design
#MencobaSerius
Showing posts with label Mencoba Puitis. Show all posts
Showing posts with label Mencoba Puitis. Show all posts

Transportasi Paling Romantis



Tidak ingat kapan terakhir kali menumpak kereta lintas kota.

Tidak ingat juga seperti apa hari itu suasananya.

Sebab, ingatan diriuhkan dengan kepadatan Ibu Kota.

Kota yang ribuan penduduknya tumpah ke dalam moda transportasi yang sama.

Sensasi bertransportasi menjadi rusuh.
Bergelut berebut tempat dengan penuh keluh & peluh.

Sebab hukum 'rimba' berlaku di kala itu.

Siapa yang bertahan, merekalah yang sampai di tempat tujuan.

Nampaknya, penduduk Ibu kota perlu sedikit liburan.

Keluar sejenak dari kepadatan.

Menikmati mersik besi kereta yang beradu sepanjang jalan.

Menikmati sisi lain berkereta lintas kota, dengan suasana yang berbeda.

Tanpa keriuhan.
Tak perlu berebutan.

Sebab sebenarnya kereta itu transportasi yang romantis.
Setiap detik perjalanannya menghadirkan suasana yang historis.

Menghayati perjalanan dengan penuh syahdu. 
Menyaksikan pemandangan yang mengundang rindu.

Nampaknya, saya ingat kapan terakhir kali menumpang si ular besi itu.

Ketika dulu pergi dan dituntun Ayah-Umi.. 

Sebelum hari ini, dianggap 'dewasa' dan kemana-mana pergi sendiri.

_
11 Februari 2019 | KAI Jakarta - Kiaracondong, Bandung

Gadis Di Seberang Kota


Untuk kamu yang di seberang sana,
Gadis yang senyumnya saya amati dari kejauhan,
Bertahan dalam lengkungan bibir tipis, yang saya sebut: manis
Apa kabar?
Pertanyaan aneh yang saya lontarkan, padahal pun kita belum pernah berpapasan.

Untuk kamu yang di seberang sana,
Kita berkenalan dengan cara yang amat sederhana
Tanpa pertemuan, tanpa tatap muka
Hanya dengan barisan pesan teks di layar datar dan atap langit yang berisi bintang yang sama.

Untuk kamu yang di seberang sana,
Kamu menyadarkan bahwa saya tidak hidup sendirian
Ternyata ada makhluk indah yang Tuhan ciptakan,
bukan saja untuk menemani, namun juga melengkapi.

Untuk kamu yang di seberang sana,
Saya tak tahu alasan kenapa ada perasaan seunik ini
Manusia memikirkan manusia lain
Sepanjang hari dalam lamunan,
Apa yang sedang kamu kerjakan?
Apa yang sedang kamu pikirkan?
Saya tak tahu.
Yang jelas saya tahu, Tuhan menitipkan itu agar kita bisa saling mengasihi, saling menyayangi.
Omong-omong, apa sayangnya kamu sudah dimiliki?

Untuk kamu yang di seberang sana,
Yang menerima saya sebagai teman, teman dari kejauhan
Saya harap kita bisa mengenal lebih jauh di sisa perjalanan
Mungkin terus sebagai teman, atau.. bisa saja kan, menjalin pertalian?
Manusia tidak pernah tahu
Ke mana arah hatinya berlabuh.

Untuk kamu yang di seberang sana,
Yang tak pernah bertemu tapi terasa bersama sepanjang waktu
Yang perjumpaannya hanya dalam lelap
Yang saat bangun menyisakan rindu yang amat sangat.

Kamu yang di seberang sana,
Yang saya harap masih sendirian,
Tunggu saya..
Yang akan menyeberang juga.


image source:
https://pixabay.com/en/bus-stop-waiting-public-transport-384617/

Berlayar Dengan Mimpi

pic source
Siapalah aku...
Hanyalah si pemimpi
Yang kebingungan di tengah laut
Terambang di atas perahu kecil yang sedikit lagi hanyut

Yang hanya bisa menyaksikan teman-teman di seberang sana,
Berbisik, memandang sinis di atas kapal pesiarnya
Aku hanya tertunduk, menerima realita bahwa peruntunganku berbeda
Wawasanku bahkan tak seluas mereka..
Orang-orang yang punya akses atas mimpinya

Mimpi?
Aku juga punya mimpi!
Tapi.. bagaimana mewujudkannya?!
Aku hanya bisa bertanya, tanpa tau cara menjawabnya.

Lembaran pahitnya hidup perlahan menggulung perahu reotku yang semakin terpuruk
Nyaris menenggelamkan selusin impian yg selalu kupeluk
Hingga kemudian mereka datang...
Kapal sekoci yang berisi ribuan harapan
Dinahkodai oleh sekelompok relawan, menyelamatkanku, dan orang-orang lain yang nyaris tenggelam

Kini aku juga tak lagi sendiri
Aku bersama mereka, kawan-kawan yang juga para pemimpi
Yang belajar bahwa perbedaan itu warna
Bukan paksaan untuk menjadi sama

Kini kami berlayar lagi,
Mengarungi wawasan luas di tengah ombak yang tiada henti
Kami tak merasa takut, tidak pula merasa sendiri
Sebab kami berada di kapal yang sama sekarang
Sama-sama bermimpi... 
Sama-sama berjuang.

- Citayam, Depok
22 September 2016

Any Idea To Share?

Contact Dapid
DAPID NURDIANSYAH
AVAILABLE UPON REQUEST
BOGOR, INDONESIA

Pages